Allah swt pertama kali mengajarkan nama-nama benda (kata benda) kepada Nabi
Adam as memiliki makna bahwa dengan mengenali semua benda-benda di alam semesta
ini akan menjadikan manusia mampu menemukan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menjadi pemakmur bumi memiliki arti hendaknya manusia dapat menemukan sesuatu
yang bermanfaat dan berguna bagi diri dan komunitasnya. Oleh karena itu,
mengajarkan kata benda agar manusia dapat mengemban tugas menjadi pemakmur
bumi. Potensi, kemampuan, dan pengalaman langsung dari Allah swt demikian ini
tidak dimiliki oleh bangsa Jin dan Malaikat. Mengapa? Ya karena Allah swt tidak
menghendaki Jin dan Malaikat sebagai khalifah di bumi.
Tugas manusia adalah menyatukan unsur-unsur benda yang telah dihamparkan
Allah swt, baik sebagai pengetahuan maupun teknologi untuk mendukung tercapainya
tugas utamanya, memakmurkan bumi. Sangat banyak sekali benda-benda yang telah
diajarkan kepada Nabi Adam as dan umat manusia, mulai dari bakteri dan/atau
virus sampai yang tampak oleh panca indera manusia. Agar dapat menyatukan, meningkatkan
nilai atau bermanfaat, maka manusia harus terus mempelajari, memahami, dan
meneliti, serta mengimplementasikannya di masing-masing komunitas. Misalnya,
dalam QS. Al-Anbiya/21: 30, Allah swt menjelaskan tentang awal mula kejadian
alam semesta. Disitu dijelaskan pemisahan langit dan bumi diikuti oleh
berhamburnynya unsur-unsur kimiawi dan
biologi. Di akhir ayat tersebut, Allah swt menekankan agar manusia melakukan
penelitian untuk menyatukan semua unsur-unsur tersebut sehingga menjadi ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Setiap manusia memiliki potensi dan keterbatasan. Keluasan potensi yang
dimiliki manusia bersifat terbatas. Terbatas oleh waktu, terbatas oleh potensi
yang dimiliki oleh individu-individu lainnya. Dan, terbatas oleh ruang lingkup
kemampuannya. Misalnya ada individu yang memiliki kepandaian, tetapi hal
demikian juga dibatasi oleh kepandaian individu lainnya. Temuan individu dibatasi
juga oleh temuan individu lainnya, atau dibatasi oleh waktu. Relatifitas
kemampuan, ilmu pengetahuan dan teknologi meniscayakan pentingnya kerjasama
antara individu satu dengan individu lainnya. Kerjasama demikian memungkinkan
berkembangnya potensi individu, juga berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi yang diharapkan bermanfaat bagi kemakmuran manusia dan alam semesta.
Ada tiga subyek kerjasama, yaitu; kerjasama antara individu satu dengan
individu lain, individu dengan masyarakat (komunitas), dan antara komunitas
satu dengan komunitas lainnya. Berkembangnya beragam subyek-subyek yang
melakukan kerjasama membantu mempercepat, dan mempermudah berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi untuk kemakmuran bumi. Dosen, yang memiliki tugas
utama tri darma perguruan tinggi dapat memanfaatkan keniscayaan kerjasama demikian
dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kemampuan akademik, riset, dan network yang ada di perguruan tinggi
dapat membantu mengakselerasi tujuan pembangunan. Kemampuan konseptual dan
teoritik di kalangan dosen perlu diimplementasikan melalui kerjasama pengabdian
dosen dengan kelompok-kelompok (komunitas) di masyarakat.
Pola pengabdian selama ini yang dilaksanakan oleh para dosen di IAIN
Tulunggaung dapat dipolakan menjadi dua, yaitu; Pertama, peningkatan keyakinan
dan pengetahuan keagamaan. Kedua, peningkatan kemampuan ketrampilan. Bentuk-bentuk
kegiatan untuk meningkatkan keyakinan (teologi) dan pengatahuan keagamaan
diantaranya adalah ceramah, pengajian, khutbah, dan seminar. Sedangkan, bentuk-bentuk kegiatan untuk
meningkatkan ketrampilan diantaranya pendidikan dan pelatihan (diklat); misalnya
pengolahan limbah untuk mendukung ekonomi keluarga dan kebersihan lingkungan, beternak
, pemanfaatan kain perca, dan ketrampilan khusus untuk meningkatkan performance profesi. Kedua pola
pengabdian dosen ini sebenarnya merupakan pendalaman dan implementasi pengetahuan
teoritik masing-masing dosen dan bentuk respon situasi eksternal lingkungan
sosialnya.
Mengajar, meneliti, dan mengabdi merupakan satu kesatuan tugas utama
dosen. Melaksanakan kuliah di kampus merupakan kegiatan pengembangan teoritik
dan konseptual, kegiatan ini murni akademik. Melakukan penelitian merupakan
upaya penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang diharapkan mampu menjadi
sumber rujukan/data untuk memperkuat, dan/atau mengganti teori-teori yang
diajarkan kepada para mahasiswa di kampus. Sedangkan, melaksanakan pengabdian
merupakan bentuk implementasi dari hasil penelitian, dan juga dapat dijadikan
rujukan pembelajaran di kampus. Dengan demikian, ketiga unsur tri darma
perguruan tinggi ibarat tiga muka dimensi piramida. Keberadaan satu muka
menyempurnakan piramida tersebut. Hilangnya satu unsur tri darma perguruan
tinggi ini menyebabkan eksistensi dosen tidak sempurna.
Belum banyak dosen yang bersedia melaksanakan secara seimbang dan
terintegrasi dianatara tiga unsur tri darma perguruan ini. Untuk itu, lembaga
terus mendorong dan mensupport dalam bentuk program dan penganggaran. Dukungan
anggaran pengabdian dosen diperuntukkan untuk dosen-dosen di masing-masing
program studi (prodi). Dukungan ini dimaksudkan selain untuk meningkatan
kemampuan, ketrampilan dan network
dosen, juga dimaksudkan untuk mendekatkan prodi-prodi dengan masyarakat. Kedekatan antara prodi/lembaga perguruan
tinggi dengan masyarakat dapat meningkatkan dampak positif keberadaan perguruan
tinggi di masyarakat. Karena, pada dasarnya hubungan perguruan tinggi dengan
masyarakat bersifat resiprokal. Keberadaan perguruan tinggi hendaknya
bermanfaat untuk kebaikan masyarakat, dan keberadaan masyarakat dapat dijadikan
sebagai laboratorium untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi dan
profesionalitas para dosen.
IAIN Tulungagung berusaha terus mendorong para dosen untuk melakukan
pengabdian kepada masyarakat, baik secara perorangan maupun berkelompok, atau
bergabung dengan lembaga-lembaga profesi dan/atau lembaga swadaya masyarakat.
Bergabungnya dosen dengan lembaga-lembaga di luar IAIN Tulungagung yang fokus melakukan pengabdian dan
pemberdayaan masyarakat berfungsi untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan
dan profesional dosen. Untuk itu, dukungan IAIN Tulungagung, khususnya di
fakultas ushuludin adab dan dakwah (FUAD) terus dilakukan oleh pimpinan, baik
dalam bentuk penganggaran, support
program, dukungan ketrampilan teknis, maupun pengembangan dan pengayaan
gagasan. Sasaran dari supporting
demikian, selain pada umumnya ditujukan agar berdampak pada masyarakat,
khususnya juga untuk meningkatkan ketrampilan profesionalitas dosen.
Dukungan pimpinan fakultas tidak hanya pada level perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pengabdian dosen, tetapi juga mendorong penerbitan buku hasil pengabdian dosen. Usaha demikian dimaksudkan untuk; menumbuhkan ketrampilan literasi, mewariskan budaya pengabdian dan penulisan kepada generasi penerus di fakultas, dan desiminasi best parcatice pengabdian dosen ke publik. Pimpinan secara khusus mengucapkan terimaaksih kepada para dosen yang terus mendedikasikan pikiran, tenaga, dan profesionalitasnya untuk pengembangan fakultas, juga kepada sdr. Dr. Ngainun Naim yang tidak mengenal lelah mengembangkan budaya literasi, khususnya pada para dosen muda di fakultas ushuludin adab dan dakwah (FUAD), IAIN Tulungagung. Kami berharap, semoga buku pertama kumpulan hasil pengabdian para dosen ini bermanfaat dan menginspirasi untuk terus melakukan kebaikan di masyarakat.
Mantap n lengkap...bos haji..
BalasHapusAlur penyampaiannya renyah..
BalasHapusJos
BalasHapusterus belajar dari maestro literasi Indonesia, kang Naim
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus